Abhiepraya’s Weblog

Ikon

Just another WordPress.com weblog

Wajah baru Satria FU150

headfuUdah pernah lihat wajah baru si belalang tempurnya Suzuki? Kalo belom kita liat bareng-bareng yuk.

Setelah 4 taun bertahan dengan batok lampu khas FU ini, akhirnya Suzuki mencoba peruntungan dengan mengubah desain FU150 produksinya. Kuda besi ini masih mengusung mesin yang sama (DOHC 150cc) kebanggaannya. Soal lari gak udah ditanya :-) perubahan yang dilakukan terdapat di depan ama di belakang.

knalpotfuBagian depan FU (batok lampu) berubah menjadi agak lebar mengacu kepada desain moge milik Suzuki. Handle bagian belakang juga berubah, memang tidak ektrim, cuma dihiasi lekukan aja.

Pindah ke bagian bawah, knalpot tampangnya jadi rada sangar dengan moncong segitiga khas yoshimura. Wiiiih banyak yang ngiler neh ama knalpotnya, ganti knalpot ah…

Filed under: hot news, otomotif, teknologi

Belajar Mencintai Motor Sendiri

Info ringan dari kompas, mungkin bagi sebagian dari kita sudah paham dengan perawatan kendaraan terutama sepeda motor. Tapi gak ada salahnya tulisan ini mengingatkan kita untuk “komitmen” merawat sepeda motor kesayangan kita.

Pertama, jangan lupa memeriksa kondisi oli mesinnya. Segeralah ganti jika minyak pelumas sudah berwarna kehitam-hitaman atau kelenturan daya lumasnya berkurang. Jika kita suka berpatokan kepada jarak tempuh dalam penggantian oli, sebaiknya ikuti aturan penggantian oli mesin berkala (biasanya antara 2000km-2500km)

Kedua, perhatikan kondisi air aki. Jangan biarkan air aki melewati batas maksimum dan minimum karena dapat mempercepat kerusakan sel-sel aki. Segeralah ganti aki yang sudah lemah. Sebab, jika tetap dipaksakan kedua kutub positif dan negatif akan mengeluarkan korosi (serbuk putih) yang akan menjalar ke bagian kabel-kabel utama yang memnghubungkan arus listrik ke saluran lampu, dinamo, atau bagian lainnya.

Ketiga, jangan biarkan rantai terlalu kendur ataupun terlalu kencang. Jika terlalu kendur, rantai akan keluar dari gear, sementara jika terlalu kencang rantai akan mudah putus. Cek juga kondisi gear, jika sudah tajam segera ganti karena bisa mengakibatkan rantai mudah putus.

Keempat, jangan membiarkan kondisi selang bensin mengeras atau sampai retak-retak. Sebab, bagian dalam selang bisa jadi sudah tidak elastis lagi dan mengakibatkan serbuk kotoran yang berasal dari selang terbawa ke karburator. Yang terjadi adalah penyumbatan suplai bensin dari tanki ke karburator juga mengganggu sistem pembakaran.

Kelima, panaskan mesin sebelum motor dijalankan. Tujuannya agar sirkulasi oli bisa melumasi seluruh bagian dalam mesin yang bergerak. Kira-kira 2 menit sudah cukup. Jangan terlalu lama memanaskan karena selain membuang bensin percuma, juga bisa mengakibatkan knalpot menguning.

Keenam, selalu periksa tekanan angin ban. Demi kenyamanan dan keamanan, aturlah tekanan ban agar tidak terlalu keras maupun terlalu kurang. Jika tidak, ban motor akan cepat aus dan rusak.

Ketujuh, usahakan selalu menggunakan spare part motor asli. Jarang ditemukan kualitas imitasi lebih unggul dari kualitas spare part asli.

Tambahan….

Riding Style yang biasa aja, gak perlu kebut-kebutan gara-gara ego. Selain beresiko terhadap keselamatan, juga berpengaruh terhadap umur pakai kendaraan akan cepat habis, dan tentunya boros bensin. Selalu ingat, dalam berkendara di jalan kita harus menghargai hak orang lain. Selalu berikan contoh berkendara yang baik mulai dari diri sendiri.

Filed under: otomotif, , ,

Menyelesaikan Konflik di Lingkungan Kerja

Konflik di lingkungan pekerjaan sangat lazim terjadi, dan tentunya menimbulkan ketidaknyamanan bekerja sampai kepada penurunan produktivitas kerja. Ada baiknya untuk menyelesaikan konflik tersebut dengan beberapa pendekatan berikut :

  1. Mengajak orang yang terlibat konflik berbicara di tempat yang nyaman untuk mengemukakan isi hati dan pikiran dengan tenang, usahakan menghindari penyelesaian konflik di muka umum.
  2. Berbicaralah dengan tenang tanpa terbawa emosi. Sampaikan isi hati dan pikiran dengan tenang dan sopan untuk menghindari tersulutnya emosi ketika berbicara. Berbicaralah sesuai fakta atau kenyataan agar hasil yang diharapkan benar-benar objektif.
  3. Gunakanlah bahasa tubuh dengan wajar ketika berbicara dengan lawan bicara. Berekpresilah sewajarnya, jangan terlalu mendramatisir masalah. Bahasa tubuh yang tepat tentunya akan membantu komunikasi sehingga masalah semakin mudah untuk dipahami dan dibicarakan jalan keluarnya.
  4. Bersabarlah untuk tidak memotong pembicaraan lawan bicara. Ini menjaga agar maksud yang hendak disampaikan dapat dipahami dengan baik. Memotong pembicaraan bisa mengakibatkan kita salah bersasumsi salah dengan apa yang disampaikan lawan bicara.
  5. Jika masing-masing sudah mengungkapkan isi hati, maka cobalah untuk mengambil jalan tengah yang bijaksana, akan lebih baik jika tidak merugikan salah satu pihak yang terlibat konflik.
  6. Mencoba untuk berbicara dengan atasan bukanlah hal yang buruk selama tidak menjelekkan rekan kerja sendiri. Biasanya seorang atasan akan lebih bijak dalam memahami masalah yang dihadapi dengan memperhatikan berbagai sisi. (kompas)

Filed under: lingkungan kerja

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.